Pencarian

Berita Terdahulu

Statistik Pengunjung

  • 0
  • 44
  • 32
  • 113,493
  • 62,235

KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA MENGUNDANG FIS-H UNJ DALAM KEGIATAN DISEMINASI KEHUMASAN TERKAIT DTSEN, SEKOLAH RAKYAT, DAN DETEKSI BERITA BOHONG DAN DISINFORMASI

Bogor, 26 November 2025 – Kementerian Sosial Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Program Kesejahteraan Sosial yang bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Program Sekolah Rakyat, dan deteksi berita bohong serta disinformasi. Acara ini melibatkan 20 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FIS-H UNJ) dan 20 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma. Kegiatan ini bertempat di Aula Sentra Terpadu Inten Soeweno, Jl. SKB No.3 Karadenan, Kec, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sentra Terpadu Inten Soeweno merupakan unit pelaksanaan teknis di bawah naungan Kementerian Sosial yang bergerak dalam pendidikan dan pemberdayaan kelompok rentan, penyandang disabilitas, korban kekerasan, hingga lanjut usia.

Kegiatan dibuka secara formal dengan sambutan dari Kepala Sentra Terpadu Inten Soeweno, Romal Sinaga, yang menegaskan pentingnya kolaborasi civitas akademik dan kebijakan sosial berbasis data yang akurat. Selanjutnya, Kepala Kelompok Kerja Hubungan Antar Lembaga Biro Humas, Devy Ratna, menyampaikan laporan pelaksanaan terkait integrasi DTKS menjadi DTSEN serta pemanfaatan aplikasi Cek Bansos yang telah digunakan oleh lebih dari 5 juta pengguna untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.

Diseminasi juga mencakup penjelasan menyeluruh mengenai program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pemerintah yang menyediakan sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga rentan dengan tujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas dan pembinaan karakter. Program ini memberikan akses pendidikan lengkap mulai dari fasilitas asrama, pelatihan keterampilan, hingga memberi perlindungan dan pemberdayaan sosial yang berkelanjutan.

Selain itu, dilakukan simulasi aplikasi Cek Bansos oleh Eko Saputra dari Pusdatin Kessos, dilanjutkan dengan pembahasan terkait sentra pelayanan sosial yakni Sentra Terpadu Soeweno. Dimulai dari sejarah, filosofis nama, sasaran, hingga kegiatan para siswa yang berada di sentra tersebut. Tak hanya itu, terdapat sesi kunjungan untuk mahasiswa dapat melihat langsung aktivitas pelatihan vokasi, seperti kelas menjahit, elektro, desain grafis, hingga kelas otomotif.

Adapun terjadinya tanya jawab langsung oleh mahasiswa kepada salah satu siswa mengenai apa yang sedang mereka kerjakan. “Kalau sekarang, lagi fokus bikin desain untuk ID Card, karena sebentar lagi hari disabilitas nasional” ujar salah satu siswa pada kelas desain grafis. Staff sentra mengatakan bahwa penempatan setiap siswa dibagi berdasarkan kemampuan yang mereka miliki. Pelatihan vokasi ini dilakukan agar dapat menciptakan tenaga kerja disabilitas yang kompeten di bidangnya dan melalui program ini, Kementerian Sosial menekankan arti kesejahteraan sosial yang sesungguhnya dengan memberdayakan lapisan masyarakat yang tidak memiliki akses dalam pendidikan berkualitas.

Sesi lain menyoroti deteksi hoax dan disinformasi oleh Nency Lora dari Kementerian Informasi dan Komunikasi Digital yang mengingatkan masyarakat untuk memverifikasi informasi terutama terkait bansos agar tidak terjebak dalam penyebaran berita palsu.  Kegiatan ini merupakan rangkaian terakhir dari program diseminasi oleh Biro Humas Kementerian Sosial dan menegaskan komitmen pemerintah dalam memberdayakan masyarakat serta memastikan program sosial tepat sasaran dan efektif dalam mengurangi kemiskinan dan kerentanan sosial di Indonesia.

#AN

Upcoming Event

Kontak

Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta Gd. K. Kampus UNJ, Jl. Rawamangun Muka Jakarta Timur

Telp. (021)4890108, 4753655, Fax (021)4753655

Email : HumasKomunikasiDigital@unj.ac.id

Hak Cipta © 2025. Prodi Humas dan Komunikasi Digital – Universitas Negeri Jakarta