Pencarian Berita Terdahulu Perkuat Tata Kelola Laboratorium dan Teaching Factory,...
Read MorePencarian Berita Terdahulu Perkuat Tata Kelola Laboratorium dan Teaching Factory,...
Read MorePencarian Berita Terdahulu Rutin Digelar, Evaluasi Perkuliahan Jadi Langkah Prodi...
Read MorePencarian Berita Terdahulu Dosen Humas dan Komunikasi Digital Dorong Mahasiswa...
Read MorePencarian Berita Terdahulu Mahasiswa Humas dan Komunikasi Digital UNJ Dalami...
Read MorePencarian Berita Terdahulu Mahasiswa Angkatan 2022 Prodi Humas dan Komunikasi...
Read More
Semarang, 6 Agustus 2026 — Pengelolaan laboratorium perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas, tetapi juga membutuhkan tata kelola yang sistematis, aman, dan mampu menjawab kebutuhan pembelajaran serta dunia industri. Hal tersebut menjadi fokus dalam Workshop Penyusunan SOP Laboratorium dan Teaching Factory (TeFa) yang diselenggarakan Program Studi Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro (SV UNDIP).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Horison Inn Antawirya, Semarang, Kamis (6/8/2026), Abdul Kholik, M.I.Kom., dosen Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital, hadir sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman dan praktik pengelolaan laboratorium di lingkungan perguruan tinggi.
Workshop yang berlangsung pukul 08.30–15.30 WIB tersebut diikuti oleh 22 dosen homebase Program Studi Informasi dan Humas SV UNDIP. Kegiatan turut dihadiri Ketua Program Studi Informasi dan Humas Sekolah Vokasi UNDIP, Arifa Rachma Febriyani, S.I.Kom., M.I.Kom.
Dari Dokumen SOP hingga Praktik Pengelolaan Laboratorium
Kegiatan diawali dengan sesi review dokumen SOP yang sebelumnya telah disusun oleh para dosen. Sesi ini menjadi ruang untuk melihat kembali kelengkapan, relevansi, serta kesesuaian dokumen dengan kebutuhan pengelolaan laboratorium dan Teaching Factory.
Abdul Kholik kemudian menyampaikan materi utama mengenai penyusunan SOP Laboratorium dan Teaching Factory, dengan menekankan pentingnya SOP sebagai pedoman kerja yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga dapat membantu memastikan proses pengelolaan laboratorium berjalan secara konsisten dan terukur.
Pada sesi berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Laboratorium (K3L). Aspek keselamatan menjadi bagian penting dalam pengelolaan laboratorium karena berkaitan langsung dengan keamanan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta keberlangsungan aktivitas pembelajaran dan praktik.
Rangkaian workshop kemudian ditutup dengan presentasi dari masing-masing koordinator laboratorium dan Teaching Factory. Pada sesi ini, setiap koordinator menyampaikan perkembangan dan kelengkapan dokumen yang telah disusun sebagai tindak lanjut dari workshop.
Mendukung Akreditasi dan Kebutuhan Dunia Insutri
Workshop ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan dokumen SOP, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola laboratorium sebagai pendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
Salah satu luaran utama yang ditargetkan adalah tersusunnya dokumen SOP Laboratorium dan Teaching Factory yang dapat digunakan oleh Program Studi Informasi dan Humas SV UNDIP. Khusus untuk Teaching Factory, dokumen yang disusun diarahkan memiliki karakter yang lebih industrial, sehingga pengelolaannya dapat semakin mendekati standar dan kebutuhan dunia kerja.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena Teaching Factory di perguruan tinggi vokasi tidak hanya berfungsi sebagai ruang praktik pembelajaran, tetapi juga diharapkan mampu menjadi jembatan antara kompetensi akademik mahasiswa dengan kebutuhan industri.
Ketua Program Studi Informasi dan Humas SV UNDIP, Arifa Rachma Febriyani, S.I.Kom., M.I.Kom., mengapresiasi materi dan pengalaman yang dibagikan dalam workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan banyak pencerahan bagi program studi, terutama dalam mempersiapkan akreditasi program studi yang direncanakan berlangsung pada tahun mendatang. Pengalaman Prodi Humas dan Komunikasi Digital UNJ yang telah memperoleh Akreditasi Unggul menjadi salah satu pembelajaran penting dalam mempersiapkan berbagai aspek yang dibutuhkan.
Workshop juga dinilai membantu program studi dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK), khususnya dalam aspek tata kelola dan pengelolaan sarana pendukung pembelajaran.
Laboratorium sebagai Bagian dari Penguatan Mutu Pendidikan
Melalui workshop ini, Program Studi Informasi dan Humas SV UNDIP diharapkan dapat memiliki sistem pengelolaan laboratorium yang semakin tertata dan terdokumentasi. SOP yang disusun diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi dapat benar-benar menjadi panduan kerja yang diterapkan dalam aktivitas laboratorium sehari-hari.
Di sisi lain, penguatan Teaching Factory diharapkan dapat semakin mendekatkan proses pembelajaran dengan karakteristik dunia industri. Dengan demikian, laboratorium tidak hanya menjadi tempat mahasiswa melakukan praktik, tetapi juga menjadi lingkungan pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi sesuai tuntutan profesi.
Keterlibatan Abdul Kholik sebagai narasumber dalam kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi dosen dalam berbagi pengalaman dan praktik pengelolaan laboratorium antarperguruan tinggi. Kolaborasi dan pertukaran pengalaman semacam ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas tata kelola laboratorium serta memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan akademik dan industri.
Penulis: AK
Editor: NE
Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta Gd. K. Kampus UNJ, Jl. Rawamangun Muka Jakarta Timur
Telp. (021)4890108, 4753655, Fax (021)4753655
Email : HumasKomunikasiDigital@unj.ac.id
Hak Cipta © 2026. Prodi Humas dan Komunikasi Digital – Universitas Negeri Jakarta